Ruko Alicante C 33 Gading Serpong, Medang, Pagedangan, Tangerang,

Tata Kelola Perusahaan: Pengertian dan Manfaatnya

Fungsi tata kelola perusahaan di bidang bisnis yang bergerak cepat dan agresif memang tak dapat dianggap remeh. Menurut Financial Times, tata kelola perusahaan sangat penting untuk menentukan batas kompetisi baru dan mendatangkan lebih banyak keuntungan. Perhatian yang besar terhadap tata kelola perusahaan membuat banyak pihak mulai fokus dan bertanya:

“Apa itu tata kelola perusahaan?”

“Mengapa tata kelola perusahaan sangat penting bagi kesuksesan perusahaan?”

Dalam laporan anggaran triwulan Centre for Board Matters dari Ernst & Young (EY) pada Januari 2017, terdapat informasi tentang tren tata kelola perusahaan dari beberapa perusahaan Russell 2000 dan S&P 500. Walaupun tata kelola perusahaan adalah hal penting bagi para pengambil kebijakan, investor, dan pihak penting lainnya, belum tentu perusahaan memberlakukannya secara konsisten.

EY memaparkan bahwa beberapa perusahaan masih fokus pada konsep kepemimpinan dewan independen. Sedangkan perusahaan lainnya mulai beralih ke sistem pemilihan tahunan. Kebijakan tata kelola perusahaan pasti berbeda satu sama lain. Namun, mayoritas praktik bisnis yang dilakukan cenderung seragam. Bidang tata kelola dari Institute of Chartered Secretaries and Administrators (ICSA) mendefinisikan tata kelola perusahaan sebagai cara dan tujuan dalam proses pengaturan perusahaan.

Tata kelola perusahaan berdampak pada semua aspek organisasi, mulai dari urusan komunikasi kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis. Namun, segala kebijakan tetap harus melibatkan keputusan dari dewan direksi demi kepentingan perusahaan.

Perusahaan konsultan bisnis PriceWaterhouseCoopers (PwC) menyebut tata kelola perusahaan sebagai “urusan kinerja”, sebab tata kelola perusahaan menyiapkan kerangka kerja bagi proses operasional perusahaan. Menurut PwC, tata kelola perusahaan harus mencakup sembilan hal berikut ini:

  1. Kinerja perusahaan dan kinerja dewan.
  2. Hubungan antara dewan dan manajemen eksekutif.
  3. Penunjukan dan penilaian dewan direksi.
  4. Keanggotaan dan tanggung jawab dewan.
  5. Budaya kerja perusahaan dan cara mempertahankannya.
  6. Manajemen risiko, kepatuhan perusahaan, dan kontrol internal.
  7. Komunikasi antara dewan dan karyawan lainnya (mencakup corporate officers dan director).
  8. Komunikasi dengan para pemegang saham.
  9. Laporan keuangan.

Sembilan hal penting tersebut menggambarkan luasnya cakupan tata kelola perusahaan serta pengaruhnya bagi perkembangan bisnis. Untuk membantu pengarahan tata kelola perusahaan, Deloitte menawarkan kerangka tata kelola yang lebih rinci. Kerangkal tata kelola tersebut terdiri dari uraian tanggung jawab dan tujuan dewan serta hubungannya dengan infrastruktur perusahaan.

Kendati demikian, penerapan tata kelola perusahaan tidak menjamin pencapaian bisnis yang sukses. Mayoritas contoh tata kelola perusahaan yang baik memiliki prinsip yang sama, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan. Semua perusahaan harus memiliki ketiga prinsip tersebut, termasuk perusahaan keluarga, perusahaan nirlaba (non-profit), dan perusahaan publik. Inilah yang membuat tata kelola perusahaan menjadi fokus utama bagi para pebisnis profesional. Penerapan prinsip-prinsip tersebut harus dipahami oleh semua karyawan perusahaan (stakeholder), pemegang saham (shareholder), dan juga masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *